Japan Culture

PUISI JEPANG BERDASARKAN 4 MUSIM

7:28:00 PM



A. Kriteria Puisi Jepang Berdasarkan Empat Musim

Kigo adalah bagian dari puisi Jepang yang tak bisa dilepaskan begitu saja, dalam artian Kigo merupakan salah satu prasyarat dalam membuat puisi Jepang. Kigo dapat diartikan sebagai penanda musim, atau dapat didefinisikan sebagai sebuah kata atau frase kunci yang melambangkan atau menyiratkan musim. Kigo sering ditulis dalam bentuk metonimi (tersirat), dengan begitu akan sulit bagi seseorang yang tidak memiliki referensi budaya Jepang untuk mengerti tentang Kigo.


a. Musim Semi

Kombinasi lainnya adalah semi dimulai (Haru Tatsu), tanda-tanda musim semi (haru meku), laut di musim semi (haru no umi), musim semi hilang (Yuku haru). Higan musim semi (春彼岸, haru higan, sastra di luar batas dunia ini), seminggu sekitar waktu dari Spring Equinox (shunbun) adalah periode disisihkan bagi umat Buddha untuk menenangkan jiwa nenek moyang mereka dan untuk mengunjungi makam. Ini berulang selama Higan musim gugur.

Contoh di bawah ini adalah contoh Kigo musim semi dari Haiku terkenal yang ditulis oleh Matsuo Basho yaitu kawazu. Secara harafiah dapat diartikan katak. Mungkin bagi orang awam tidak akan mengerti bagaimana itu bisa menjadi penanda musim. Di Jepang, saat musim semi merupakan saat dimana katak-katak muncul ke sawah. Jadi Kawazu adalah Kigo dari Haiku yang menandakan musim semi.

b. Musim Panas

Di Jepang musim panas (natsu) adalah musim yang benar-benar lembab dan panas. Bagi orang Jepang untuk mengatasi kebosanan dan gerah musim panas memiliki cara-cara tertentu seperti lewat penglihatan, pendengaran, dan pengecapan. Haiku adalah salah satu cara lewat pendengaran untuk mengatasi kebosanan dan kegerahan musim panas sambil memaknai artinya yang memiliki makna yang sangat mendalam.

Berikut adalah contoh Haiku yang sangat terkenal yang sering dinikmati di musim panas. Haiku ini ditulis oleh sastrawan abad ke-17 Matsuo Basho. Haiku Basho adalah Haiku yang sangat terkenal, bahkan sudah diterjemahkan kedalam beberapa bahasa termasuk bahasa Inggris.


Shizukasa ya 

iwa ni shimi iru 

semi no koe


Artinya : Di dalam ketenangan, suara semi menembus bebatuan.

Saat suara "Semi” (serangga sejenis tenggeret) mulai terdengar, saat ituah orang Jepang merasa bahwa musim panas benar-benar telah datang. Haiku ini ditulis oleh Basho dalam perjalanannya di tengah musim panas di salah satu kuil yang berada di kawasan pegunungan propinsi Yamagata, suasana begitu diwarnai oleh suara "Semi” yang nyaring bersahutan, solah-olah suara serangga ini menembus bebatuan di kuil tersebut akan tetapi ditengah bisingnya suara serangga ini Basho merasakan kesunyian yang begitu dalam.

c. Musim Gugur

Musim Gugur (aki adalah: musim gugur telah datang (aki Tatsu), musim gugur ini berakhir (aki tsuku), musim gugur hilang (Yuku aki). Topan (Taifu atau nowaki), guntur (Kaminari). Milky Way (Amanogawa, secara harfiah, "sungai di surga"), karena pada musim gugur itu paling terlihat di Jepang. Hal ini terkait dengan Tanabata. Bulan (tsuki): semua musim gugur (Agustus-Oktober), dan bulan-melihat ( Tsukimi ) pertengahan musim gugur (September): kata "bulan" dengan sendirinya dianggap menjadi bulan purnama di musim gugur. Nashi pir (梨nashi), Chaenomeles (boke mi no), persik (momo), kesemek (kesemek), apel (ringo) dan anggur (budo) adalah contoh buah yang digunakan sebagai musim gugur Kigo.

d. Musim Dingin

Musim dingin (fuyu), menggunakan "musim dingin" dalam haiku menambah rasa chilliness (secara harfiah dan kiasan), kesuraman, dan pengasingan untuk puisi itu.

Daun jatuh (Ochiba) dan daun kering (kareha): sepanjang musim dingin (November-Januari)-seperti daun berwarna tanda yang jelas dari musim gugur, daun jatuh adalah tanda musim dingin. Melihat Salju (Yukimi): akhir musim dingin (Januari)-aktivitas kelompok populer di Jepang. Juga pertama salju (Hatsu yuki) pertengahan musim dingin, salju (yuki) akhir musim dingin, dan es (Kori) akhir musim dingin.

Contoh di bawah ini adalah contoh Kigo musim dingin dari Haiku terkenal yang ditulis oleh Matsuo Basho yaitu shigure. Shigure adalah suatu budaya mandi hujan saat akhir musim gugur atau awal musim dingin. Jadi Shigure juga adalah Kigo yang menandakan musim dingin.

B. Kesimpulan

Kigo dapat diartikan sebagai penanda musim, atau dapat didefinisikan sebagai sebuah kata atau frase kunci yang melambangkan atau menyiratkan musim. Kigo sering ditulis dalam bentuk metonimi (tersirat), dengan begitu akan sulit bagi seseorang yang tidak memiliki referensi budaya Jepang untuk mengerti tentang Kigo. Setiap kigo pun berbeda-beda dan mempunyai karakterisitik tersendiri setiap musimnya.



C. Sumber Referensi

http://en.wikipedia.org/wiki/Kigo Di unduh pada tanggal 26 Agustus 2012 jam 20.26 WIB

http://japanlunatic.do.am/index/haiku_dan_kigo/0-307 Di unduh pada tanggal 26 Agustus 2012 jam 20.35 WIB

You Might Also Like

0 komentar

Hii All.. Thanks for visiting my blog.. Please leave your comment and connect each other.. Thankyou ^.^