Japan Language

Sintaksis Bahasa Jepang

2:58:00 PM

BAB I
PENDAHULUAN

1.1          Latar Belakang
Kita sebagai mahasiswa Fakultas Sastra yang mempelajari tentang bahasa, tentu akan menghadapi masalah-masalah linguistik. Tanpa pengetahuan yang memadai tentang linguistik kita akan mendapatkan kesulitan dalam melaksanakan tugas kita sebagai mahasiswa sastra. Tetapi kalau kita memahami masalah-masalah linguistik, kita akan mendapatkan kemudahan dalam melaksanakan tugas kita.
Seperti yang telah kita ketahui bahwa kajian linguistik terbagi dalam beberapa tataran, yaitu tataran fonologi, tataran morfologi, tataran sintaksis, tataran semantik dan tataran leksikon. Pada kesempatan ini penulis membatasi tulisannya pada tataran sintaksis yang dalam bahasa jepang disebut togoron. Setelah mengetahui dan memahami pengertian dari tipologi bahasa, dalam makalah ini penulis akan membahas tentang pengertian dari sintaksis dan satuan-satuan sintaksis yang berupa frasa, klausa dan kalimat.

1.2          Tujuan
Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui pengertian dari sintaksis dan satuan-satuan sintakis berupa frasa, klausa, dan kalimat.

1.3          Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang diutarakan dalam malakah ini adalah :
1.      Pengertian dari sintaksis
2.      Satuan-satuan sintaksis yang berupa frasa, klausa dan kalimat.

BAB II
PEMBAHASAN
                                                                                                       
                 Pada pelajaran sebelumnya kita telah mempelajari bahwa morfologi dan sintaksis adalah bidang tataran linguistik yang secara tradisional disebut tata bahasa atau gramatika. Kedua bidang tataran itu memang berbeda, namun sering kali batasan antara keduanya menjadi kabur  karena pembicaraan bidang yang satu tidak dapat dilepaskan dari yang lain. Orang biasa membedakan tataran itu dengan pengertian : morfologi membicarakan tentang struktur internal kata, sedangkan sintaksis membicarakan kata dalam hubungannya dengan kata lain, atau unsur-unsur lain sebagai suatu satuan ujaran.

Perbedaan Sintaksis dan Morfologi
Morfologi
Sintaksis
Disebut juga dengan tata kata/tata bentuk merupakan studi gramatikal struktur intern kata.
Disebut juga tata kalimat merupakan studi gramatikal mengenai kalimat.
Membicarakan struktur internal kata.
Membicarakan kata dalam hubungannya dengan kata lain atau unsur-unsur lain sebagai suatu ujaran.
Morfem sebagai satuan terkecil dan kata satuan terbesar.
Kata merupakan satuan terkecil yang menbentuk satuan-satuan gramatikal yang lebih besar.

2.1     Pengertian Sintaksis
Sintaksis berasal dari bahasa Yunani, yaitu sun  yang berarti ‘dengan’ dan tattein berarti ‘menempatkan’. Jadi secara Etimologinya istilah sintaksis itu adalah menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok atau kalimat. (Chaer.Abdul.2003:206)
Sintaksis adalah ilmu yang mempelajari struktur kalimat dan unsur-unsur pembentuk kalimat, mencakup fungsi kategori, dan peran sintaksis, alat yang digunakan dalam membangun struktur kalimat, satuan sintaksis berupa frase, klausa, kalimat, dan wacana, serta aspek-aspek lain yang berkaitan dengan sintaksis seperti modus, aspek, modalitas dll.
Dalam bahasa Jepang istilah untuk bidang sintaksis ini adalah とごろん berasal dari yang berarti hubungan atau silsilah/keturunan,  yang berarti kata bahasa/istilah dan ろんyang berarti kuliah atau argument atau teori.

2.2     Satuan-satuan Sintaksis
2.2.1         Frase ()
Frase lazim didefinisikan sebagai satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonpredikatif, atau lazim juga disebut gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat. (Chaer.2003:222)
Contoh : rumah baru
                           sedang belajar
                           あかいりんご
                         田中さん の おばあさん
                         明日 の 夜

  Dalam pertuturan, frase dapat berdiri sendiri. Contoh :
1.      anak Ali               (Siapa disana?)
2.      kemarin sore        (Kapan anda melihatnya?)
3.      sedang belajar      (Mengapa Ahmad?)

Dalam bahasa Indonesia hubungan antara kata yang satu dengan kata yang lain di dalam sebuah frase cukup longgar sehingga di antara kedua kata yang merupakan unsur frase itu ada kemungkinan untuk disisispi dengan unsur lain. Contoh :
            anak Ali                               anak dari Ali
            analisis kalimat                    analisis tentang kalimat

Dalam 日本語kecuali frase adjektiva antara dua kata yang membentuk frase selalu diselipi dengan unsur lain. Contoh : 私 の めがね
Urutan kata dalam frase seringkali bersifat kaku. Contoh :
Ia datang kemarin petang.
Kemarin petang ia datang.
Kemarin ia datang petang. (tidak bermakna)

花子さん は スパで 赤いかばん を 買った。
花子さん は 赤いかばん を スパで 買った。
花子さん は かばん を 赤い スパで 買った。(tidak bermakna)
Frase yang terdapat pada kalimat di atas yaitu kemarin petang dan 赤いかばん,tidak boleh dipisah-pisahkan karena kalimat yang terbentuk menjadi tidak bermakna seperti kalimat yang digarisbawahi.
2.2.2        Klausa
Klausa adalah satuan sintaksis berupa runtunan kata-kata berkonstruksi predikatif. (Chaer.Abdul.2003:231). Klausa juga merupakan suatu kontruksi yang di dalamnya terdapat beberapa kata yang mengandung hubungan fungsional, yang di dalam tata bahasa tradisional disebut dengan subjek, predikat, objek dan keterangan. Sebuah klausa sekurang-kurangnya mengandung satu subjek, satu predikat dan secara fakultatif satu objek.
SP±O
Klausa juga berpotensi menjadi kalimat kalau klausa itu diberi intonasi final, baik intonasi deklaratif, interogatif maupun interjektif dan kalimat yang dihasilkan adalah kalimat mayor.
2.2.3        Kalimat ()
Kalimat adalah satuan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar, yang biasanya berupa klausa, dilengkapi dengan konjugasi bila diperlukan, serta disertai dengan intonasi final. (Chaer.Abdul.2003:240)
Contoh :
                        Diam !
                        Pergi !
                        出ていけ!
                        たべた!

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Sintaksis berasal dari bahasa Yunani, yaitu sun artinya ‘dengan’ dan tattein artinya ‘menempatkan’. Secara etimologi istilah sintakssis berarti menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat. (Chaer.Abdul.2003:206)

Dalam bahasa Jepang istilah untuk bidang sintaksis ini adalah とごろん berasal dari yang berarti hubungan atau silsilah/keturunan, ご yang berarti kata bahasa/istilah dan ろんyang berarti kuliah atau argument atau teori.

Sintaksis memiliki satuan-satuan yaitu berupa frase, klausa dan kalimat. Frase adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonpredikatif. (Chaer.Abdul.2003:222). Klausa adalah satuan sintaksis berupa runtunan kata-kata berkonstruksi predikatif. (Chaer.Abdul.2003:231). Kalimat adalah satuan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar yang biasanya berupa klausa, dilengkapi dengan konjungsi bila diperlukan, serta disertai dengan intonasi final. (Chaer.Abdul.2003:240)

DAFTAR PUSTAKA

Chaer.Abdul.2003.Linguistik Umum. Jakarta: PT RINEKA CIPTA

You Might Also Like

2 komentar

Hii All.. Thanks for visiting my blog.. Please leave your comment and connect each other.. Thankyou ^.^