Japan Language

Ukemi

3:17:00 PM

受身(ukemi)
            
Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya dikenai perbuatan atau pekerjaan. Kalimat pasif atau dalam bahasa Jepang di sebut ukemi, walaupun memiliki jenis yang sama yaitu sama-sama kalimat pasif namun kalimat pasif bahasa Indonesia sangat berbeda dengan kalimat pasif bahasa Jepang. Ciri khas kalimat pasif bahasa Jepang antara lain adalah :
1.   Adanya kalimat pasif langsung (chokusetsu no ukemi) dan kalimat pasif tak langsung ( kansetsu no ukemi).
2.      Bisa di bentuk dari kalimat transitif maupun kalimat intransitif,
3.      Secara umum ukemi dalam bahasa Jepang digunakan untuk menyatakan penderitaan atau gangguan (meiwaku)

Sedang dalam bahasa Indonesia hanya dikenal kalimat pasif langsung saja yang digunakan cukup produktif.

Kalimat pasif bahasa Indonesia
Kalimat pasif dalam bahasa Indonesia lebih cenderung kebanyakan orang mengartikan yaitu kalimat yang prefiksnya “di” saja,sebenarnya itu tidak sepenuhnya benar. Seperti kita ketahui ada beberapa cara untuk merubah suatu kalimat aktif menjadi kalimat pasif dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia dalam (Masalah Kalimat Pasif dalam Bahasa Jepang: Dedi Sutedi), yaitu :

1. Cara pertama:
a. menukar posisi subjek dengan objek;
b. mengganti prefiks meng- dengan di- pada verba yangmenjadi predikatnya
c. menambahkan kata oleh dibelakang objeknya.

2. Cara kedua:
a. mengubah urutan SPO menjadi OSP;
b. menghilangkan prefiks meng- dari predikatnya;
c. merapatkan subjek dengan predikat, jika semula verbanya disertai kata akan, tidak,    telah dan sebagainya, maka kata-kata tersebut diletakkan sebelum subjek; dan
d. mengganti kata aku dengan ku-, kata engkau dengan kau

contoh:
Mereka akan menyelenggarakan seminar itu dalam waktu dekat.
Seminar itu akan diselenggarakan oleh mereka dalam waktu dekat. (pasif)
Seminar akan mereka selenggarakan dalam waktu dekat (pasif)
            
Dari contoh di atas dapat kita lihat bahwa kalimat pasif dalam bahasa Indonesia tidak hanya terdapat pada kalimat yang prefiksnya “di” tapi juga dapat terbentuk dengan menghilangkan prefiks “meng “ pada predikatnya.

Jadi berdasarkan penjelasan dan contoh kalimat di atas kalimat pasif dalam bahasa Indonesia dapat di terangkan pada pola berikut ini :

Kalimat Aktif (transitif)
Kalimat Pasif
S + meng.....V + O
O+ di.....+S
O + S + V (tanpa imbuhan).

Kalimat Pasif dalam bahasa Jepang (Ukemi)

Sebagaimananya dalam bahasa Indonesia dalam bahasa Jepang pun di kenal istilah kalimat pasif. Namun kalimat pasif dalam bahasa Indonesia yang telah kita singgung di atas sangat berbeda dengan kalimat pasif dalam bahasa Indonesia.

Dalam bahasa Jepang kalimat pasif di kenal dengan istilah ukemi (受身). Tidak seperti dalam bahasa Indonesia yaitu kalimat pasif hanya ada kalimat pasif langsung tetapi dalam bahasa jepang kalimat pasif dibedakan atas dua macam yaitu:

1.      Kalimat pasif langsung (直接 の受身) atau chokusetsu ukemi.
2.      Kalimat pasif tidak langsung (間接の受身) atau kansetsu no ukemi.
Kalimat pasif dalam bahasa Jepang selain dapat terbentuk dari kalimat aktif transitif ternyata juga dapat terbentuk dari kalimat aktif intransitif.
            
Seperti pada contoh berikut:
1.)トラは鹿ったTora wa shika o osotta.
(Harimau menerkam rusa) (aktif).
                 
            鹿はトラにわれたShika wa tora ni osowareta.
(Rusa diterkam oleh harimau) (pasif).
            (Contoh diatas merupakan kalimat pasif yang terbentuk dari kalimat transitif).
            
2.) 父が死んだ。 ( ayah meninggal) (aktif)
   私は父に死なれた。(saya ditinggal mati oleh ayah) (pasif).
      (merupakan contoh kalimat pasif yang terbentuk dari kalimat intransitif).
            
Seperti dijelaskan di atas bahwa kalimat pasif dalam bahasa Jepang dibedakan atas dua golongan yaitu:
A.    Kalimat Pasif Langsung
Kalimat pasif langsung hanya dapat terbentuk dari kalimat aktif transitif(の同文). Objeknya merupakan mahkluk hidup manusia dan binatang yang secara langsung objek itu dikenai suatu pekerjaan. jadi, pada dasarnya benda mati tidak dapat dijadikan subjek dalam kalimat pasif bahasa Jepang.
Contoh;
先生が山田をほめます。                            Guru memuji yamada.
山田が先生にほめられます。                    Yamada dipuji guru.

Terlihat pada kalimat pertama bahwa yang menjadi topik adalah ketika guru memberikan pujian kepada Yamada tapi setelah dipasifkan terlihat bahwa Yamada yang menjadi topik.

B.     Kalimat Pasif  Tidak langsung.
Kalimat pasif tidak langsung dapat terbentuk dari verba transitif maupun verba intransitif. Kalimat pasif tidak langsung ini dalam bahasa Jepang sering dipakai untuk mengungkapkan suatu penderitaan sehingga kalimat pasif ini sering juga disebut meiwaku no ukemi.

Kalimat pasif tidak langsung berdasarkan jenis kalimatnya juga dapat dibedakan sebagai berikut
1.      Kalimat pasif tidak langsung dari verba transitif
Dalam kalimat pasif ini,yang dikenai perbuatan secara langsung adalah bukan subjeknya tetapi hal-hal lain.

Contoh:
1 . 私は友達に手紙を読まれた。
 Watashi wa tomodachi ni tegami o yomareta.
(Surat saya dibaca teman )

2.  私はどろぼうにお金をとりました
 Watashi wa dorobou ni okane o torimashita
 (Uang saya dicuri oleh maling.)
           
Pada dua contoh diatas dapat kita lihat bahwa yang secara langsung dikenai pekerjaan adalah uang dan surat sementara saya pada kalimat diatas tidak langsung menderita atau mengalami gangguan akibat kejadian tersebut.

2.      Kalimat Pasif tak langsung dari verba intransitif.
Kalimat pasif dari verba intransitif ini juga dugunakan untuk menyatakan suatu penderitaan sebagai akibat dari suatu kejadian.
Contoh:
雨が降る (hujan turun)
Jika dipasifkan kalimat ini akan berubah menjadi
私は雨に降られる (saya kehujanan)

Kalimat pasif seperti ini tidak ditemukan dalam kalimat pasif bahasa Indonesia.

C.     Partikel dan Fungsinya dalam kalimat pasif bahasa Jepang.
Partikel yang digunakan untuk menyatakan pelaku dalam kalimat pasif bahasa Jepang antara lain sebagai berikut:

1.      Partikel
Partikel ni digunakan untuk menyatakan pelaku secara langsung terhadap subjek kalimat pasif.
Contoh:
 先生はわたししかりました。 Guru memarahi saya.

私は先生しかられました。Saya dimarahi guru.

2.      によって
Digunakan jika pelaku menciptakan atau membuatsesuatu benda (karya) yang dijadikan subjek kalimat pasif.
Contoh:
ベルが電話を発明しました。  Bell  menemukan telepon

電話はベルによって発明されました。Telpon ditemukan oleh bell.

3.      から dan
Digunakan bila memakai sesuatu bahan untuk merubahnya menjadi sesutu bentuk lain. Jika bentuk aslinya berubah total dipakai kara sedang apabila bahan aslinya masih kelihatan dipakai de.
Contoh:
ビルは麦からつくられます。Bir terbuat dari gandum
そのうちは木でつくられました。Rumah itu terbuat dari kayu

D.    Fungsi kalimat pasif dalam bahasa Jepang.
Kalimat pasif dalam bahasa Jepang biasanya digunakan untuk menyatakan empat hal berikut:
a. Jika pembicara tidak ingin menyebutkan siapa yang menjadi pelakunya.
b.Pembicara merasa lebih dekat kepada orang yang dikenai perbuatan (objek penderita) dari pada pelakunya.
c. Menyingkat subjek menjadi satu, jika subjek induk kalimat dan subjek anak kalimatnya sama.
d. Untuk menyatakan perasaan gangguan/penderitaan (meiwaku).

Daftar Pustaka
Chaer, Abdul. 2003. Lingusitik Umum. Rineka Cipta.
Sutedi, Dedi. 2004. Masalah Kalimat Pasif dalam Bahasa Jepang. Vol 1. file.upi.edu/ai.php?...%20BAHASA%20JEPANG/...10%20Pasif%20Jepang
Sutedi, Dedi. Nihongo no Bunpo. Edisi Revisi. Bandung: Humaniora.
Ogawa, Iwao.1998. Minna no Nihongo 11. Tokyo: 3A Corporation.

You Might Also Like

2 komentar

  1. Shitsumon ga arimasu..,

    Kalo' kalimat pasif dalam Bahasa Indonesia ini diartikan ke bahasa Jepang gimana?

    "Sampah dibuang oleh saya".

    Yang betul :

    Gomi wa watashi ni suterareta.

    atau

    Gomi wa watashi wo suterareta.

    Soalnya kalimat ini jadi perdebatan seru di kelas. Kalo' aku artikan sich.., yang benar yang atas.

    Menurut anda gimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. maaf yaa baru balas. ^^
      iya, kalau menurut saya yang lebih tepat yang atas.
      karena ketika memakai o itu biasa untuk kalimat aktif.

      Delete

Hii All.. Thanks for visiting my blog.. Please leave your comment and connect each other.. Thankyou ^.^